Gakuseishinsetsu

Blog ini merupakan bentuk apresiasi kami guna memenuhi tugas Mata Kuliah Dasar Teknologi dan Komunikasi. Blog ini berisi mengenai berbagai informasi yang berhubungan dengan pendidikan dan suka duka kami saat-saat dikampus beserta dilema yang menyertai.

Trim’s atas kunjungannya..mudah-mudahan bermanfaat. Wilujeng nga-upload we nyak..

Assalmualaikum Wr.Wb…

ellow.sobat bloger semua..kami sederetan personil “gakusei” mau pada ngenalin diri. Yang paling kiri Siti Marwiah >> Yeni Liani >> Evin Jamilah n terakhir >> Asti amatunisa. Lebih lengkapnya klik za profil kelompoknya,key!!
Blog ini pada awalnya dibuat hanya sekedar untuk memenuhi tugas kuliah saja namun lama-kelamaan kami jadi enjoy ngeblog!hehe..
Blog ini kami beri nama “ gakuseishinsetsu ” yang artinya mahasiswa yang baik hati. Kata Boncha mah itu artinya pokonya aku sih ikut za yang penting easy listening welah!hehe..
Blog ini berisi mengenai berbagai macam informasi mengenai pendidikan dan sedikit mengenai curhatan kami. Tapi tidak tahu kenapa kami jadi riskan buat curhat di blog,rasanya terlalu terbuka janten isin ach..pami bade curhat teh.hehe..
Masih banyak sekali kekurangan dari blog ini. Selain designnya belum menarik isinya juga masih banyak menautkan dari yang lain. Blog teman-teman kami lebih bagus, lebih menarik dan rapih tapi kami tetap bangga ko dengan blog ini. Semuanya belajar sendiri..
Sekian dulu ach..lain waktu disambung lagi.

Wassalamua’laikum Wr.Wb.
salam

gakuseishinsetsu

Nama   : Yeni Liani

Kelas   : Interes IPA semester 5

NIM   : 0703036

E-mail : liani­_yeni@yahoo.co.id

Web : https://gakuseishinsetsu.wordpress.com Baca entri selengkapnya »

  1. HUBUNGAN ANTARA MASALAH PRILAKU SOSIAL DENGAN KOMUNIKASI

Sejauh ini tidak ditemukan tes klinis yang dapat mendiagnosa langsung autisme. Diagnosa yang paling tepat adalah dengan cara seksama mengamati perlilaku anak dalam berkomunikasi, bertingkah laku dan tingkat perkembangannya. Dikarenakan banyaknya perilaku autisme juga disebabkan oleh adanya kelainan kelainan lain (bukan autisme) sehingga tes klinis dapat pula dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya penyebab lain tersebut.

Pendekatan yang baru terhadap intervensi perilaku cendrung ingin mengidentifikasi perlunya memasukkan perilaku dalam konteks lingkungan dimana perilaku ini terjadi. Sudah semakin disadari bahwa ada hubungan langsung antara perilaku anak dengan kemmampuan mereka untuk menggunakan sarana lain untuk mengkomunikasikan kemauan mereka dalam suatu situasi. Perilaku ini dikatakan memilki fungsi komunikasi yang merupakan upaya untuk mengirimkan pesan komunikasi. Hal ini difokuskan pada fungsi komunikasi yang menyimpang, yang digunakan agar orang lain tahu.

Ketidak mampuan untuk mengkomunikasikan kemauan dan kebutuhan melalui sarana sosial atau komunikatif yang lebih dapat diterima ini menjadi target bimbingan bagi anak autis. Dengan memperhatikan perilakunya dalam konteks komunikasi maka diperoleh berbagai tujuan bimbingan bagi anak autis. Pendekatan perilaku sebagai bentuk komunikasi ini secara efektif dapat menghilangkan aspek masalah komunikasi. Pendekatan ini difokuskan pada output anak yang harus diperbaiki, dan lebih memperhatikan adanya peristiwa/kejadian bawaan, yaitu keterampilan perilaku dan social anak. Dengan menggunakan pendukung lingkungan untuk meningkatkan komunikasi secara nyata mempengaruhi keseluruhan perilaku anak autis. Baca entri selengkapnya »