Gakuseishinsetsu

Eksistensi TIK Terhadap Anak SD

Posted on: 3 Januari 2010

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Dalam dunia pendidikan teknologi dan informasi mencakup semua alat yang mungkin dapat digunakan untuk menyajikan informasi dan latihan, misalnya:televisi, laboratorium bahasa, dan macam-macam media proyeksi lainnya.

Memasuki abad ke-21 teknologi dan informasi berkembang semakin pesat. Hal tersebut terjadi akibat ditemukannya rekayasa material mikroelektronika. Dengan ditemukannya mikroelektronika tersebut, perilaku dan aktivitas manusia saat ini menjadi bergantung pada teknologi informasi dan komunikasi begitu pula dalam dunia pendidikan.

Bahkan teknologi dan informasi telah dijadikan sebagai mata pelajaran diberbagai jenjang pendidikan. Hal tersebut dimaksudkan agar generasi muda kita mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan penggunaan teknologi dan informasi. Mereka dibekali sejak dini dengan berbagai kompetensi di bidang teknologi dan informasi, baik memproses, mengolah data maupun mengakses data dan informasi dan lain-lain.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai wadah untuk membuat dan menampilkan media pembelajaran yang menarik,berkualitas,efektif juga efisien bagi peserta didik. Pembelajaran dapat disampaikan lebih menarik, efektif dan efisien. Selain membuat peserta didik lebih tertarik pada pembelajaran juga dapat membuat mereka belajar mandiri tanpa ada pendidik secara langsung disampingnya. Mereka bisa mendapatkan ilmu kapanpun, dimanapun dan dari siapapun. Dengan duduk didepan komputer mereka dapat menjelajahi dunia. Jadi bisa saja pendidik cukup dengan menyiapkan program dan bahan pembelajaran yang telah disetting dalam komputer kemudian peserta didik dapat mengaksesnya kapan saja. Begitu pula di sekolah dasar yang telah menggunakan sistem komputerisasi yang lengkap dan memiliki laboratorium bahasa pembelajaran sebagian besar disampaikan melalui komputer yang telah diprogram oleh sekolah tersebut.

I.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengertian TIK?
  2. Bagaimana implikasi TIK dalam bidang pendidikan?
  3. Bagaimana pengaruh dan dampak TIK terhadap perilaku dan kehidupan anak SD?
  4. Bagaimana solusi alternatif untuk memfilter pengaruh dan dampak TIK yang buruk?

I.3 Tujuan Penulisan

a)      Untuk memenuhi salah satu tugas UTS Mata Kuliah Umum Dasar Teknologi dan Informasi.

b)      Untuk menganalisis pengertian TIK dari beberapa ahli.

c)      Untuk mendeskrifsikan implikasi TIK dalam bidang pendidikan.

d)     Untuk menafsirkan pengaruh dan dampak perkembangan TIK dalam perilaku dan kehidupan anak SD.

e)      Untuk menganalisis solusi alternatif dalam memfilter pengaruh dan dampak TIK yang buruk.

I.4 Manfaat Penulisan

  1. Bagi penyusun makalah ini bermanfaat sebagai bukti fisik telah melaksanakan tugas UTS Mata Kuliah Umum Dasar Teknologi dan Komunikasi.
  2. Bagi penyusun makalah ini bermanfaat sebagai sarana untuk menambah pengetahuan dan pengalaman.
  3. Bagi pembaca makalah ini bermanfaat sebagai motivasi untuk melek terhadap perkembangan IPTEK.
  4. Bagi pembaca makalah ini bermanfaat sebagai media informasi agar orang tua dan guru melakukan pengawasan, mengarahkan dan senantiasa memfilter perkembangan TIK agar dapat digunakan dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian TIK

Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda dalam mengartikan TIK. Namun pada dasarnya pendapat yang berbeda tersebut memiliki persamaan, berikut pendapat dari beberapa ahli:

Menurut Kementrian  Negara Riset dan Teknologi, (2006:6) :Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan(akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi.

Menurut Wawan Wardiana:“Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses,mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai kebutuhan. Dan teknologi telekomunikasi digunakan agar dapat disebar dan diakses secara global.”

Menurut Erric Desson, Harper Collis Publishers, Dictionary of Information Technology, Glasgow,UK,1991 “Information Technology the handling of information by electric and electronic (and microelectronic) means.” Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of hardware and software  for these tasks for the benefit of individual people and society as a whole”.

Dari penjelasan diatas dikatakan bahwa kebutuhan manusia dalam mengambil dan memindahkan, mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan. Bagaimana implikasinya agar dapat menguntungkan secara individual dan masyarakat secara keseluruhan tidak didefinisikan secara lebih khusus.

Information Technology in The National Curriculum, England and Wales, 1995        “ Information technologi capability is characterized by an ability to use effectively. It tools an information source to analyse,process an present information, an to models, measure an control external events. This involve:

–    Using informaation sourcxes and IT tools to solve problems.

–    Using it tools and information source, sich as computer system and software packages, to support learning in variety contexts;

–    Understanding the implication of  IT for working life and society. Pupils should be given opportunities, where appropriate, to develop and apply their IT capabily in their study of Naional Curriculum subjects.”

Dari penjelasan diatas dikatakan bahwa ” nampaknya terdapat acuan kemampuan TIK yang hendak dicapai dan sistem nilai dalam bekerja pada kehidupan sehari-hari yang hendak dibelajarkan, seperti nilai apa yang perlu dikembangkan dalam suatu sistem sosial masyarakat berkenaan dengan kemampuan menggunakan TIK.

Menurut Puskur dinas Indonesia yaitu:

  1. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.
  • Teknologi informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi dan pengelolaan informasi.
  • Teknologi komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer dari perangkat yang satu ke lainnya.
  1. Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan dan transfer/ pemindahan informasi antar media.

Menurut Annata Sannai,( Jakarta:2004) Teknologi informasi dan komunikasi adalah alat bantu dalam memperoleh pengetahuan antara seseorang kepada orang lain.

Menurut pendapat saya pada hakikatnya pengertian TIK dari beberapa ahli diatas sama tidak jauh berbeda dan menurut pengertian saya sendiri TIK merupakan suatu teknologi yang multi-fungsi dan kompleks dengan alat bantu utama komputer. Dimana teknologi tersebut dapat memproses,mengolah,menyimpan,dan memanipulasi data sesuai dengan yang kita inginkan. Bahkan lebih dari itu kita dapat saling bertukar data dan informasi, mempublikasikan kepada hal layak dan memperbaikinya dikemudian hari untuk mendapat hasil yang maksimal.

2.1 Implikasi TIK dalam Bidang Pendidikan

Sejak dahulu pemanfaatan TIK dalam pendidikan di negara kita telah dilakukan. Inisiatif menyelenggarakan pendidikan dimulai dengan adanya siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi kesatuan-satuan pendidikan yang tersebar diseluruh tanah air. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pendidikan masyarakat. Adapun kelemahan utama dari siaran radio dan televisi pendidikan adalah tidak adanya timbal balik langsung kepada audiens. Siaran radio bersifat searah yaitu hanya dari nara sumber atau fasilitator kepada pembelajar saja. Sedangkan televisi juga dapat dikatakan bersifat searah karena hanya mampu memberikan informasi searah. Masyarakat yang menyaksikan tontonan televisi tidak dapat memberikan umpan balik (feedback) kepada stasiun televisi tersebut secara langsung.

Globalisasi telah memicu pergeseran dalam dunia pendidikan dari tatap muka yang sifatnya konvensional kearah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M,1995). Sebagai contoh di Perancis proyek “Flexible Learning” yang mengingatkan pada ramalan Ivan Illich tentang ”pendidikan tanpa sekolah (Deschooling Society)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan. Selain itu Bishop G, (1989) meramalkan bahwa pendidikan masa mendatang akan bersifat luwes (flexible),terbuka dan dapat diakses oleh siapapun juga yang memerlukan tanpa memandang faktor jenis, usia, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya.

Menurut Mason R, (1994) pendidikan mendatang akan lebih ditentukan oleh jaringan informasi yang memungkinkan berinteraksi dan kolabolasi bukannya gedung sekolah. Namun teknologi tetap akan memperlebar jurang antar si kaya dan si miskin. Sedangkan Tony Bates, (1995) menyatakan bahwa teknologi dapat meningkatkan kualitas dan     jangkauan bila digunakan secara bijak untuk pendidikan dan latihan, dan mempunyai arti sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi.

Lain lagi dengan pendapat Alisjahbana I, (1966) yang mengemukakan bahwa pendekatan pendidikan dan pelatihan nantinya akan bersifat “saat itu juga (just on time). Teknik pengajaran baru akan bersifat dua arah, kolaboratif dan inter-disipliner.

Dari ramalan dan pendapat para cendikiawan tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan masuknya pengaruh globalisasi yaitu introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah,menyajikan tayangan multimedia teks, grafis, gambar, suara,dan movie memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan dari siaran radio dan televisi. Seiring berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi dunia pendidikan menjadi lebih bersifat terbuka dan dua arah, beragam, multi disipliner, serta terkait pada produktivitas kerja dan kompetitif. Sehingga dimungkinkan dunia pendidikan kita dimasa datang cendrung terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance Learning). Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh dan terbuka juga perlu dimasukkan sebagai strategi utama. Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan ataupun latihan akan lebih sering dilakukan dalam sebuah jaringan. Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM dan multimedia dalam pendidikan secara bertahap dapat menggantikan TV dan video. Pembelajaran internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama pembelajar dan fasilitator tidak perlu berada pada tempat yang sama

Dikutip dari makalah Prof.Dr.H.Mohammad Surya bahwa:

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan  TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan  dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.

Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional.  Saat ini e-learning telah berkembang dalam  berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK .

Lingkungan Berpusat pada guru Berpusat pada siswa
Aktivitas kelas Guru sebagai sentral dan bersifat didaktis Siswa sebagai sentral dan bersifat interaktif
Peran guru Menyampaikan fakta-fakta, guru sebagai ahli Kolaboratif, kadang-kadang siswa sebagai ahli
Penekanan pengajaran Mengingat fakta-fakta Hubungan antara informasi dan temuan
Konsep pengetahuan Akumulasi fakta secara kuantitas Transformasi fakta-fakta
Penampilan keberhasilan Penilaian acuan norma Kuantitas pemahaman , penilaian acuan patokan
Penilaian Soal-soal pilihan berganda Protofolio, pemecahan masalah, dan penampilan
Penggunaan teknologi Latihan dan praktek Komunikasi, akses, kolaborasi, ekspresi

Jadi dunia pendidikan saat ini telah beradaptasi dengan tuntutan globalisasi. Namun perkembangan teknologi dan informasi tersebut tidak disertai dengan kompetensi sumber daya manusianya. Masyakat kita menjadi serba bergantung pada produk globalisasi. Mereka bukannya termotivasi untuk menciptakan produk baru namun meraka lebih tertarik sebagai konsumen saja.

2.3 Dampak dan Pengaruh TIK dalam Perilaku dan Kehidupan Anak SD

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi berarti komunikasi sekarang telah berada pada tingkat dimana orang mampu berbicara dengan jutaan manusia lain secara serentak dan serempak. Melalui satelit komunikasi kita bisa melihat berbagai gambar, mendengarkan berita atau musik dan mendapatkan informasi yang sama dengan manusia diseluruh belahan dunia secara simultan. Komunikator hanya tinggal menyambungkan alat pemancar dan jutaan orang tinggal menyetel alat penerima. Komunikator tidak mengetahui siapa yang menerima informasi gambar atau lainnya,apakah anak SD, remaja ataupun orang tua komunikator hanya sebagai penyalur saja. Maka dari itu kita harus mengawasi dan mengarahkan setiap tontonan anak, “tidak sedikit tontonan anak yang bisa menjadi tuntunan namun tidak sedikit  pula yang dapat menimbulkan pengaruh buruk bagi anak.”(Seto Mulyadi)

Pengajaran berprogram seperti pada TIK ini bagi anak SD baik menurut dasar psikologi pengajaran berprogram, memandang  belajar dalam hubungan perilaku dapat diamati. Konsep aliran ini adalah hubungan S-R (simulus – respon). Artinya perilaku manusia merupakan fungsi dari stimulus dan respon. Jadi bila seseorang diberikan stimulus dalam hal ini dapat berupa tayangan ataupun slide yang berisikan materi pelajaran maka ia akan memberikan responnya, dan perubahan perilaku akan terjadi apabila terjadi perubahan dalam hubungan antara S-R baik penguatan maupun pelemahan. Respon yang diberikan setiap anak pasti berbeda-beda. Ada anak yang memberikan respon positif ada pula yang merespon negatif. Bagi anak yang merespon positif anak akan antusias terhadap pelajaran. Bahkan mungkin memory ingatannya akan lebih bekerja optimal karena sebagian stimulus diberikan pada sensori visual. Dimana memory anak akan lebih kuat menyimpan rangsang tersebut.

Dalam hubungan tersebut Edward L Thorndike mengajukan hukum-hukum asosiasi yang dapat memperkuat hubungan stimulus – respon yakni: low of effect, low of exercise, dan low of readiness. Maka dari itu hubungan stimulus-respon ini menjadi dasar dan prinsip dalam pengjaran berprogram sebagai salah satu teori pengajaran.

Dalam teori pengajaran siswa berdialog dengan teks atau gambar yang ada pada layar komputer atau monitor. Setiap unit kalimat yang disusun tersebut seolah-olah berbicara langsung dengan pembacanya. Setiap unit bahan secara sistematis dan rinci memperlihatkan apa yang harus diperhatikan, apa yang harus diperbuat, apakah yang diperbuat itu benar atau salah, dan bila salah bagaimana memperbaikinya. Kemudian apa yang perlu diperhatikan para siswa sesudah itu merupakan tindak lanjut selanjutnya. Dengan demikian para siswa belajar secara aktif progresif tahap demi tahap, memperhatikan sesuatu, berbuat sesuatu, mengecek benar-tidaknya respon yang diberikan.

Apalagi dengan adanya internet yang dapat diakses secara global untuk memperoleh informasi sedikit demi sedikit akan mempengaruhi peribuhan perilaku. Keberadaan internet sudah menjadi kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi kehidupan global, sehingga setiap orang yang ingin tetap bertahan dengan semakin berkembangnya kehidupan global mau tidak mau harus meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Dunia pendidikanpun telah merubah wajah pembalajaran dari pembelajaran tradisional (tatap muka) menjadi suatu pembelajaran berbasis komputer dan internet.

Salah satu tulisan yang berkenaan dengan dunia pendidikan disampaikan oleh Robin Paul Ajjelo dengan judul “Rebooting:The Mind Starts at School”.(dikutip dari Prof.Dr.Mohammad Surya:Makalah dalam Seminar Pustekkom Depdiknas) Dalam tulisan tersebut dikemukakan bahwa ruang kelas di era millenium yang akan datang akan jauh berbeda dengan ruang kelas seperti sekarang ini yaitu dalam bentuk seperti laboratorium komputer di mana tidak terdapat lagi format anak duduk di bangku dan guru berada di depan kelas. Ruang kelas di masa yang akan datang disebut sebagai “cyber classroom” atau “ruang kelas maya” sebagai tempat anak-anak melakukan aktivitas pembelajaran secara individual maupun kelompok dengan pola belajar yang disebut “interactive learning” atau pembelajaran interaktif melalui komputer dan internet. Anak-anak berhadapan dengan komputer dan melakukan aktivitas pembelajaran secara interaktif melalui jaringan internet untuk memperoleh materi belajar dari berbagai sumber belajar. Anak akan melakukan kegiatan belajar yang sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya sehingga anak yang lambat atau cepat akan memperoleh pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan dirinya. Kurikulum dikembangkan sedemikian rupa dalam bentuk yang lebih kenyal atau lunak dan fleksibel sesuai dengan kondisi lingkungan dan kondisi anak sehingga memberikan peluang untuk terjadinya proses pembelajaran maju berkelanjutan baik dalam dimensi waktu maupun ruang dan materi. Dalam situasi seperti ini, guru bertindak sebagai fasilitator pembelajaran sesuai dengan peran-peran sebagaimana dikemukakan di atas.

Dalam tulisan itu, secara ilustratif disebutkan bahwa di masa-masa mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini,  akan tetapi berupa:

(1) komputer notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi dengan kamera digital serta perekam suara,

2) Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi, uang elektronik, kode sekuriti untuk masuk rumah, kalkulator, dsb.

(3) Videophone bentuk saku dengan perangkat lunak, akses internet, permainan, musik, dan TV,

(4) alat-alat musik,

(5) alat olah raga, dan

(6) bingkisan untuk makan siang.

Hal itu menunjukkan bahwa segala kelengkapan anak sekolah di masa itu nanti berupa perlengkapan yang bernuansa internet sebagai alat bantu belajar.       Meskipun teknologi informasi komunikasi dalam bentuk komputer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangan. Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari.

Sisi negatifnya dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial. Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh. Bagi anak-anak sekolah dasar penggunaan internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan yang bersifat manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dsb. Dalam hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proporsional dan demikian pula perlunya kerjasama yang baik dengan orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah masing-masing.

Jadi secara garis besar perkembangan TIK memberikan dampak dan pengaruh berbeda-beda terhadap perilaku dan perkembangan anak SD. Pengaruh dan dampak tersebut ada yang bersifat positif dan ada pula yang bersifat negatif. Dampak positif  dari perkembangan TIK diantaranya:

1.anak lebih mudah mencari informasi untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya.

2. Anak lebih cepat memperoleh hal-hal yang dapat mendukung perangkat belajar mereka disekolah secara cepat,sehingga memungkinkan anak menjadi lebih cerdas.

3.Anak menjadi mandiri dan lebih dewasa dalam belajar, dll.

Sedangkan dampak negatif dari perkembangan TIK diantaranya:

1.Perkembangan sosial anak menjadi terhambat, dimana anak akan menjauh dari kehidupan sosial. Anak cenderung introvert, dan sulit berinteraksi dengan teman sebayanya.

2.Ancaman anak mendapatkan informasi yang belum semestinya mereka dapatkan. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap kejiwaan anak. Mereka dapat dengan mudah menemukan situs-situs porno meskipun mungkin anak tidak sengaja membukanya.

2.4 Solusi Alternatif

Setelah mengetahui bagaimana dampak dan pengaruh dari perkembangan TIK tersebut kita harus secepatnya tanggap agar dampak dan pengaruh yang buruk tidak semakin menjadi. Solusi alternatif untuk memfilter dampak dan pengaruh negatif tersebut diantaranya:

1.Menegakkan fungsi hukum yang berlaku.Hal ini meliputi keamanan teknologi, sistem rekap data, serta fungsi pusat penanganan bencana.

2.Menghindari penggunaan telepon seluler berfitur canggih oleh anak-anak di bawah umur dan lebih mengawasi pemakaian ponsel.

3.Pengawasan terhadap penggunaan televisi :

  • Mewaspadai muatan pornografi, kekerasan, dan tayangan mistis.
  • Memperhatikan batasan umur penonton pada film yang tengah ditayangkan.
  • Mengaktifkan penggunaan fasilitas parental lock pada TV kabel dan satelit.
  • Menghindari penempatan TV pribadi di dalam kamar.

4.Pengawasan terhadap penggunaan komputer dan internet

  • Mewaspadai muatan pornografi digital (online maupun offline)
  • Mewaspadai kekerasan pada game
  • Cek history browser pada computer anak untuk melihat apa saja yang sudah dilihatnya
  • Meletakkan computer pada tempat yang dapat diawasi, hindari penempatan computer di dalam kamar

5.Perbanyak buku yang bersifat Edukatif dirumah.

6.Dan yang paling terakhir isi waktu luang dengan hal yang positif, terus beribadah kepada Tuhan, dan selalu berpikiran positif dalam segala hal.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari makalah yang telah kami buat dapat kami simpulkan bahwa pengertian TIK menurut beberapa ahli memiliki kesamaan dimana TIK lebih ditujukan pada komputer. Hal tersebut disebabkan komputer mempunyai fungsi yang kompleks. Komputer tidak hanya dapat membuat,mengolah,memproses dan menyimpan data namun komputer juga dapat menampilkan, mempublikasikan dan mentransfer data sehingga dapat dinikmati atau dilihat oleh semua manusia didunia.

Implementasi TIK dalam dunia pendidikan telah mengubah sistem pendidikan di negara kita. Dari sistem pendidikan tradisional mnjadi sistem pendidikan berbasis komputer. Namun dilapangan perkembangan TIK dalam pendidikan tidak diikuti dengan kemampuan sumber daya manusianya. Jadi penggunaan TIK di sekolah-sekolah masih belum optimal, karena guru yang seharusnya lebih terampil menggunakan komputer kalah oleh siswanya. Sehingga karena keterbatasan keterampilannya tersebut guru  dan orang tua terbatas dalam melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya.

Maka timbullah dampak dan pengaruh dari penggunaan tersebut terhadap perilaku dan kehidupan anak. Dampak positifnya anak dapat belajar secara mandiri, lebih mudah mendapatkan informasi yang menunjang belajarnya, serta anak lebih cepat mencari informasi untuk mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Dampak negatifnya dari perkembangan sosial anak terhambat karena anak tidak dapat berinteraksi dengan teman sebayanya serta kejiwaan anak terganggu akibat informasi yang didapatkan anak belum pada waktunya.

Solusi alternatif untuk mencegah dampak dan pengaruh buruk tersebut diantaranya dengan melakukan pengawasan terhadap semua yang anak tonton baik televisi, handphone, komputer, dll. Selain itu dapat dengan memperbanyak buku bacaan yang bersifat edukatif serta membiasakan anak untuk mengisi waktu luang dengan hal yang positif.

DAFTAR PUSTAKA

Hamalik,Umar.1989.Komputerisasi Pendidikan Nasional.Bandung:

Mandar Maju.

Mulyana,Deddy.2005.Ilmu Komunikasi.Bandung:ROSDAKARYA.

Muhammad,Surya. Makalah Potensi Teknologi Informasi Dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Kelas.

Rakhmat,Jalaluddin.2005.PsikologiKomunikasi.Bandung:ROSDAKAR-YA.

Sudjana,Nana.2007.Teknologi Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Wardiana,Wawan.Artikel Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia.

http://wssid.org/blogs/yeyen_khoirul_arifin_sby/archive/2007/09/24/efek-samping-berkembangnya -tik-aspx.

http://blog.unne.ac.id/murdiyani/2009/10/09/tik-profesionalisme-pendidikan/…

tenjocity.wordpress.com/2009/08/../internet-sehat-untuk-anak-sd-tik-sdn-tilote.

blogspot.com/…/efek-samping-berkembangnya-tik.html.

1 Response to "Eksistensi TIK Terhadap Anak SD"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: